Bismillah…
Udah Bulan Rajab nie. Enaknya ngapain ya…? Ngapain aja dech yang penting bener. Oia banyak orang bilang kalau di bulan ini banyak amalan-amalan sunnah (yang dicontohin nabi) yang dapat dikerjain. Seperti: Shalat alfiyah, Shalat Ummi Daud, Shalat Ragha ’ib, Puasa, Ziarah dan Umrah.Tapi ya… namanya orang ga ngerti, wajar donk kalau nanya. Sebenernya tuh amalan ada dasarnya ga sich…? Saya kan ga’ mau kalau udah “capek-capek” ngelakuin hal tersebut dan akhirnya ga’ diterima. Tapi Alhamdulilah, saya udah cari referensinya. Ternyata menurut para Ulama adalah sbb.
Shalat alfiyah yaitu shalat yang terdiri dari 100 rakaat yang dilakukan pada pertengahan sya’ban dengan berjamaah, pada setiap rakaatnya imam membaca surat al ikhlas 10 kali, shalat ini didasarkan pada sebuah hadits palsu yang tidak ada asalnya dari Rasulullah. Adapun hadits “shalatlah kalian dimalam harinya dan berpuasalah pada siang harinya” adalah hadits yang palsu. Capek banget kali shalat 100 rakaat, terus ga ada dasarnya lagi. Yang ada dasarnya aja kita suka males.
- Shalat Ummi Daud yang dilakukan pada pertengahan Rajab. Saya cari dalilnya ke sana-sini ternyata ga ada sama sekali. Nah, baiknya kita ga lakuin tuh shalat. Karena ga ada dalilnya. Kalau yang punya dalilnya boleh minta dunk.
- Shalat Ragha ’ib yang juga disebut shalat dua belas yang dilakukanpada malam Jumat pertama bulan Rajab setelah shalat isya atau antara magrib dan isya sebanyak dua belas rakaat. Setiap rakaat membaca Alfatihah, surat al-Qadar tiga kali, dan surat al-Ikhlas dua belas kali. Setiap dua rakaat salam. Shalat ini baru muncul pada abad keempat (aneh kan..?). Ibnu Rajab dalam bukunya “Lathaif al-Maarif ” hal 140 mengatakan: “Adapun tentang shalat tidak ada hadits yang shahih tentang shalat tertentu yang dilakukan pada bulan Rajab. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat raghaib pada malam jumat pertama bulan Rajab adalah bohong dan tidak sah”
- PUASA
- Ada yang berpuasa pada hari pertama, kedua, dan ketiga. Mereka mendasari perbuatan tersebut kepada hadits-hadits palsu seperti hadits “Barangsiapa berpuasa tiga hari Kamis, Jumat dan Sabtu pada bulan haram Allah akan memberikannya pahala ibadah selama sembilan ratus tahun” dalam lafaz lain “enam puluh tahun” dan riwayat lain mengatakan: “Puasa hari pertama bulan Rajab menghapus dosa tiga tahun, hari kedua menghapus dua tahun dan hari selanjutnya satu bulan” juga hadits: “Rajab bulan Allah, Sya ’ban bulanku dan Ramadhan bulan umatku.” Semua hadits itu palsu n’ bohong.
- Ada yang berpuasa pada hari ketujuh saja dan melakukan shalat raghaib pada malam harinya. Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Yang benar menurut pendapat para ulama adalah larangan mengkhususkan hari ketujuh dengan puasa dan shalat dan seluruh bentuk pemuliaan terhadap hari ini dengan membuat makanan, menampakkan perhiasan dan lain-lain” – Ada yang melaksanakan puasa sebulan penuh. Ibnu Rajab berkata: “Tentang puasa tak ada satu pun hadits shahih dari Nabi atau sahabatnya tentang keutamaan puasa Rajab secara khusus.” Para ulama terdahulu melarang puasa Rajab seluruhnya. Diriwayatkan dari Umar bin Khatab ra. bahwa ia memukul tangan orang-orang yang puasa Rajab hingga mereka meletakkannya pada makanan(membatalakan puasanya) seraya berkata: “Apakah Rajab itu? Bulan ini dulu dimuliakan orang-orang jahiliyah, setelah Islam datang hal ini ditinggalkan.” Dalam riwayat lain: “ia tidak suka puasa Rajab dianggap sunah” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra ia melarang puasa penuh pada bulan Rajab. Dari Abu Bakrah ra ia melihat keluarganya bersiap-siap untuk puasa Rajab, ia berkata: “Apakah kalian menjadikan Rajab seperti Ramadan?”. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra ia berpendapat untuk tidak berpuasa beberapa hari pada bulan ini sedangkan Anas bin Malik dan Said bin Jubair dan yang lainnya memakruhkannya. Al- Hafiz Ibnu Hajar dalam bukunya “Tabyinul ajab bima warada fi fadhli Rajab” Menerangkan: “Tidak ada satu hadits pun yang shahih dan bias dijadikan hujah tentang keutamaan bulan Rajab, baik puasa seluruhnya, puasa sebagian harinya, atau shalat pada malam tertentu darinya”
- Ziarah kubur Rasulullah. pada bulan ini
Ziarah masjid Nabi dan kuburannya disyariatkan sepanjang tahun dan hal ini termasuk bentuk ibadah dan ketaatan, tetapi mengkhususkannya pada bulan ini termasuk kekeliruan yang besar yang tidak ada dalilnya. Mengkhususkan suatu amal ibadah pada waktu tertentu yang tidak ditentukan oleh Allah SWT, dan Rasul-Nya termasuk amalan yang dilarang, maka waspadalah !!! Waspadalah!!! Syekh Al-Albani telah menyebutkan hal ini dalam bukunya “Ahkamul Janaiz wa bidauha”
Apakah bulan Rajab mempunyai kelebihan terhadap bulan-bulan yang lain?
Ibnu Hajar berkata, ‘Tidak ada riwayat shahih dalam keutamaan bulan Rajab, tidak pula berpuasa secara tertentu padanya, tidak pula melaksanakan shalat di malam tertentu padanya, yang bisa dijadikan hujjah. Kami meriwayatkannya darinya dengan isnad yang shahih, demikian pula kami meriwayatkannya dari yang lainnya.
Dan ia berkata pula, ‘Adapun hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan bulan Rajab, atau keutamaan puasanya, atau puasa sebagian darinya secara nyata, maka ia terbagi dua: dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu).
OooO, ternyata gitu ya…! “Semoga Bermanfaat, dan semoga Allah hindarkan kita dari perbuatan yang sia-sia” Wallahua’lam




Assalammu’alaikum….
ehm…klo dah bulan rajab, bentar lagi puasa dong,tyus lebaran dech….hehe
dapat duit n baju baru dech….hee
don’t forget visit to my blog….
If you forget, I won’t pay in your rental