Saudaraku yang budiman, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Bulan Sya’ban hampir usai. Sudah hal yang pasti apabila dilanjutkan dengan Bulan Ramadhan.
Tidak terasa ya.. seperti baru kemarin kita melakukan ibadah saum di bulan mulia itu. Kini, kita semua dihadapkan lagi dengan bulan yang penuh dengan keutamaan tersebut. Mudah-mudahan kita semua diberi kesempatan oleh Allah Azzawajallah sehingga sampai pada Bulan Ramadhan.
Pada bulan ini jangan heran kalau setiap orang berlomba-lomba dalam mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Karena semangatnya dalam beribadah, amalan-amalan peribadahan yang tidak dicontohkanpun dengan semangat banyak dari saudara kita yang melakukannya. Atau bahkan diri kita sendiri –Naudzubillah.
Kaum muslimin yang menginginkan kebenaran, untuk itu kita perlu selektif dalam melakukan peribadahan khususnya dibulan ini. Bayangkan saja apabila kita sibuk dalam melaksanakan peribadahan yang tidak jelas. Sementara Peribadahan yang jelas justru malah kita lalaikan.Oleh karena itu, kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa mencari ilmu yang haq.
Berikut ini sedikit kekeliruan dalam peribadahan serta beberapa hadits dhoif/maudhu yang merebak dikalangan umat selama Bulan Ramadhan. Mudah-mudahan dengan ini kita semakin mengerti tentang Dein ini. Sehingga kita tidak merugi dengan mengerjakan peribadahan yang keliru. Sebaliknya kita akan selalu mengerjakan peribadahan yang dicontohkan oleh soritauladan kita Muhammad SAW.
Berikut adalah beberapa kekeliruan masyarakat dalam menghadapi Bulan Ramadhan:
Kesalahan Sahur dan Adzan.
- Menyegerakan makan sahur.
- Imsak (menahan diri) dari makan dan minum ketika adzan pertama, yang mereka namakan “adzan Imsak”
- Memuntahkan makanan dan minuman dari mulut ketika suara adzan terdengar.
- Mandahulukan adzan dari waktu fajar shodiq, dengan alasan untuk hati-hati.
- Melafadhkan niat ketika sahur seperti
(نَوََيْتُ صََََوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ)
ketika Berbuka dan selainnya.
- Mengakhirkan berbuka dengan klaim alasan untuk menepatkan waktu.
- Puasanya para wanita sedangkan mereka dalam keadaan haidh sepanjang siang hari di bulan Ramadhan, dan (ketika) mendekati terbenamnya matahari mereka membatalkan puasa mereka dengan sesuap atau seteguk air.
- Menahan diri untuk tidak bersiwak sesudah tergelincir matahari.
- Bepergian pada bulan Ramadhan dengan maksud agar tidak berpuasa.
shalat tarawih pada bulan ramadhan.
- Cepatnya gerakan tarawih sebagaimana cepatnya gerakan burung gagak (mematuk makanan).
- Membatasi membaca surat tertentu dalam shalat tarawih. Sebagian imam membaca surat al-Fajr atau surat al-A’laa atau seperempat surat ar-Rahman. Diantara keanehan-keanehan lainnya, ada sebagian thariqat shufiyahal Buruj, dimana imam membaca pada setiap rakaat hanya satu ayat dari surat tersebut. mengajarkan pada pengikut-pengikut mereka untuk membaca dalam shalat tarawih surat
- Memisahkan antara dua rakaat dengan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas, kemudian mengucapkan shalawat dan salam atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Shalat-shalat pada bulan Ramadhan.
- Shalat pada malam lailatul qadar yang dinamakan “Shalat Lailatul Qadar”.
- Shalat “jum’at Yatimah”, yaitu shalat jum’at pada jum’at terakhir dari bulan Ramadhan, dan seluruh penduduk negeri melaksanakan shalat jum’at itu pada masjid yang khusus. (Misalnya) penduduk Mesir shalat di Masjid Amr bin Ash dan penduduk Palestina shalat di Masjid Ibrahimi atau Masjidil Aqsa. [atau penduduk Jawa sholat di Masjid Ampel, pent.]
- (Melaksanakan) Shalat wajib 5 waktu sehabis shalat jum’at yatimah, dengan sangkaan bahwasanya shalat-shalat itu menghapus dosa-dosa, atau menghapus shalat yang ditinggalkan.
Perbuatan-Perbuatan yang lainnya.
- Padusan Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini,
- Perayaan Nuzulul Qur’an Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur’an.
- Berziarah Kubur Karena RamadhanTradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana
- Bid’ah perayaan mengenang perang Badar salah satu perayaan bid’ah yang diada-adakan oleh manusia adalah peringatan perang Badar pada malam ke tujuh belas Ramadhan.
Selain itu, kita juga harus berhati-hati dengan beberapa hadits yang kian menyebar dikalangan umat selama Bulan Ramadhan. Padahal hadits-hadits tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan. Bahkan para ulama telah mengklaim hadits-hadits berikut sebagai hadits Dhoif / maudhu yang perlu dihindari.
1. “Orang yang berpuasa adalah (tetap) di dalam ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya”
Hadits ini ga’ masuk akal karena pada bulan ini manusia dituntut untuk senantiasa beribadah pada RabbNya. Kalau hadits ini benar, pastilah manusia akan bermalas-malasan saat berpuasa. Bukannya mengejar amal kebaikan.
2. “Wahai manusia sungguh telah datang pada kalian bulan yang agung, bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban, dan shalat malamnya sebagai sunnat. Barangsiapa mendekatkan diri di dalamnya dengan suatu perkara kebaikan maka dia seperti orang yang menunaikan suatu kewajiban pada bulan lainnya.. dialah bulan yang awalnya itu rahmat, pertengahannya itu maghfirah/ampunan, dan akhirnya itu ‘itqun minan naar/bebas dari neraka..”
Di kalimat-kalimat awal emang terlihat bagus tapi liat ja akhirnya. Allah pasti ga’ bakalan plin plan. kalau Allah menetapkan itu wajib pasti wajib. kalau sunnah, pasti sunnah. Terus, bukankah Allah sendiri yang melarang kita membeda-bedakan waktu…?
3. “Berpuasalah maka kamu sekalian sehat.”
ucapan ini terdapat pada kitab al-Rahmah fi al-Tibb wa al-Hikmah, karya Imam al-Suyuti. Dan ternyata ucapan ini bukanlah hadis melainkan perkataan seorang dokter dari Sudan
4. “Seandainya umatku mengetahui pahala ibadah bulan ramadhan, niscaya mereka menginginkan satu tahun penuh menjadi ramadhan”
Dalam hadits soheh kita dilarang untuk berangan-angan yang tidak masuk akal. Allah lebih mengetahui kenapa dalam penciptaan tahun itu dibagi menjadi berbulan-bulan.
5. “Ibadah bulan Ramadhan itu tergantung antara langit dan bumi, dan tidak akan diangkat kepada Allah kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah”
Hadits ini perawinya tidak diketahui dan para ulama menganggapnya lemah
6. Barangsiapa berbuka pada suatu hari dari bulan Ramadhan tanpa alasan dan bukan karena sakit, maka dia tidak bisa menggantinya dengan puasa Dahr (satu tahun) sekalipun dia menjalankannya.
Yang benar adalah seorang hamba hanya wajib mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan
7. “Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku”
Bukankah seluruh waktu itu milik Allah yang diperuntukan buat hambanya agar senantiasa beribadah pada RabbNya…?
8. “Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur’an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya’ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba.”
Saudaraku yang sedang berbahagia, dari uraian di atas mudah-mudahan kita semua mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Sehingga kita senantiasa istiqomah dalam beribadah, yang tentunya beribadah sesuai dengan tuntunan Rasul Muhammad SAW. Karena peribadahan yang dicontohkan lah yang akan dicatat oleh Allah Azzawajallah.
Wallahua’lam




artikelnya bagus’Thanks….insyaallah b’manfaat.n Alhamdulllah menambah pengetahuan kita agar meninggalkan amalan2 yang bersumber dari hadis2 do’ib.
WASSALAM
Wa’alaikumussalam.
Terima kasih kembali.
artikelnya penasaran untuk dibaca, kalau boleh kasi juga tuh yang mana yang benar trus diikuti dengan hadir atau dasar hukum yang mendukungnya jd ada solusinya. ok
ah artikel ini biasa. isinya cuma membenarkan pendapat sendiri
jazakallah khair wa barakallahu fik
Sama-sama