<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>As-Sunnah.com</title>
	<atom:link href="http://assunah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://assunah.wordpress.com</link>
	<description>Jadikanlah Hidup Kita Bermanfaat, Dengan Beribadah Sesuai Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 22:54:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='assunah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f6430982443e0beac1c830e6197ea379?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>As-Sunnah.com</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://assunah.wordpress.com/osd.xml" title="As-Sunnah.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://assunah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lindungi Buah Hati Kita&#8230;!</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2011/03/14/lindungi-buah-hati-kita/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2011/03/14/lindungi-buah-hati-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 05:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[gaul]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtilat]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[kata si cowok dalam gambar &#8220;Demi dikau sayangku, kekasihku, pacarku&#8230; Saya tidak takut sama siapun termasuk Allah Subhanahu wata&#8217;ala&#8221; ( Naudzubillah&#8230;tobat-tobat sebelum azab Allah menimpa mu ) &#160; liat nih kelakuan bocah-bocah zaman sekarang, waduh waduh&#8230;.!!!!!!   udah bocah kaya gini gimana gedenya&#8230;????? &#160; kepungan ummat saat ini begitu bertubi-buti, sampai-sampai membutakan fitrah pemuda muslim dari syubhat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=455&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Realita Zaman" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183773_196556577043000_100000659766386_585356_357831_a.jpg" alt="Muda-Mudi" width="180" height="220" /></p>
<p><strong>kata si cowok dalam gambar &#8220;Demi dikau sayangku, kekasihku, pacarku&#8230; Saya tidak takut sama siapun termasuk Allah Subhanahu wata&#8217;ala&#8221; ( <em>Naudzubillah&#8230;</em>tobat-tobat sebelum azab Allah menimpa mu<em> </em>)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>liat nih kelakuan bocah-bocah zaman sekarang, waduh waduh&#8230;.!!!!!!   udah bocah kaya gini gimana gedenya&#8230;?????</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>kepungan ummat saat ini begitu bertubi-buti, sampai-sampai membutakan fitrah pemuda muslim dari syubhat artis-artis, media dan lingkungan yang jelas bertentangan syari&#8217;at. benar saja kalau kalau tidak ada benteng diri dan keimanan yang kuat dari Al-Qur&#8217;an dan As Sunnah bisa ambles dengan mudah. yahhh seperi kita lihat sekarang. jangan kan yang jahil sunnah yang sudah tau aja kalau tidak ada benteng diri bida terjerumus dengan mudah&#8230;<span id="more-455"></span></strong></p>
<ul>
<li><strong>PACARAN ITU HARAM !!!!. SEMUA ULAMA PUN BERPENDAPAT DEMIKIAN… KITA ????</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banyak remaja yang ngotot bahwa pacaran itu boleh. Hmm&#8230; hanya demi sang pacar, aturan Allah ditentang, bahkan menentang kekuasaan Allah subhanahu wata &#8216;ala, hati-hati lho.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemarin saya sudah posting bahwa pacaran sebenarnya bukan budaya Indonesia, lihat saja di postingan yang berjudul Pacaran Islami.</p>
<p>Oke nih dalilnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. QS. Al Isra 32.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan ada pula sebagian diantara kita bahkan ustad-ustad yang sok tau membuat syubhat bahwa mereka membolehkan pacaran asal jangan bertentangan dengan syari&#8217;at. waduh-waduh&#8230;.!! gimana gak bertentangan dengan syariat pacaran aja bukan syari&#8217;at Isalam bahkan perbuatan kemaksiatan. jadi yang bodoh siapa yah&#8230;???ustadnya apa orang yang denger pacaran itu boleh asal kan gak bertentangan dengan syari&#8217;at..Rosulullah salallahu &#8216;alaihi was salam bersabda:&#8221;Sungguh, akan ada kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, khamr, sutra dan musik.&#8221; (HR. BUkhari)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Kenapa pacaran itu mendekati zina ???</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oke kita lihat dalil dari hadis Rasulullah Saw, bahwa Zina itu banyak macamnya, seperti zina mata, zina mulut, zina telinga, zina pikiran, zina tangan dan zina kemaluan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>bahkan tidak ada yang lebih dekat dengan zina dizaman sekarang ini melebihi pacaran&#8230;kita lihat dimedia jarang sudah berita tentang pemerkosaan, kenapa begitu,?? karena masing-masing udah punya pacar, betul tohh&#8230;?????</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Telah Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari</em> <em>zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan</em> <em>memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan</em> <em>itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang.</em> <em>Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” </em>(H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Pacaran Islami, Adakah?</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pacaran, setiap kali kita mendengarnya akan terlintas dibenak kita sepasang anak manusia yang tengah dimabuk cinta dan dilanda asmara, saling mengungkapkan rasa sayang serta rindu. Lalu kenapa harus dipermasalahkan? Bukankah &#8220;ada pacaran islami&#8221; tanpa harus melanggar batasan-batasan syariat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>CINTA, FITRAH ANAK MANUSIA</p>
<p>Manusia diciptakan oleh Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;ala dengan membawa fitrah (insting) untuk mencintai lawan jenisnya. sebagaimana firman-Nya, artinya,</p>
<p>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).&#8221; (QS. Âli-&#8217;Imrân: 14).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkata Imam Qurthubi, &#8220;Allah memulai dengan wanita karena kebanyakan manusia menginginkannya, juga karena mereka merupakan jerat-jerat setan yang menjadi fitnah bagi kaum laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, &#8220;Tiadalah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.&#8221; (HR. Bukhârî dan Muslim).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu, wanita adalah fitnah terbesar dibanding yang lainnya. (Lihat Tafsîr al Qurthubî 2/20). Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam pun, sebagai manusia, tak luput dari rasa cinta terhadap wanita. Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda, &#8220;Disenangkan kepadaku dari urusan dunia wewangian dan wanita.&#8221; (HR. Ahmad dan selainnya dengan sanad hasan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena cinta merupakan fitrah manusia, maka Allah menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan nikmat yang dijanjikan bagi orang-orang beriman di surga dengan bidadarinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda, &#8220;Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang shalihah.&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya, &#8220;Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.&#8221; (QS. Ar-Rahmân: 70).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, Islam sebagai agama paripurna para rasul, tidak membiarkan fitnah itu mengembara tanpa batas, Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan cinta, juga bagaimana batas pergaulan antara dua insan lawan jenis sebelum nikah, agar semuanya tetap berada dalam koridor etika dan norma yang sesuai dengan syari&#8217;at.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>ETIKA PERGAULAN LAWAN JENIS DALAM ISLAM</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Menundukan Pandangan terhadap Lawan Jenis</p>
<p>Allah memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukan pandangannya, sebagaimana firman-Nya, artinya, &#8220;Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.&#8221; (QS. An-Nûr: 30).</p>
<p>Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada wanita beriman, Allah berfirman, artinya, &#8220;Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluan-nya.&#8221; (QS. An-Nûr: 31).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Menutup Aurat</p>
<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.&#8221; (QS. An-Nûr: 31).</p>
<p>Juga firman-Nya, artinya, &#8220;Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.&#8221; Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al-Ahzâb: 59).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3. Adanya Pembatas Antara Laki-laki dengan Wanita</p>
<p>Seseorang yang memiliki keperluan terhadap lawan jenisnya, harus menyampaikannya dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-Nya, artinya, &#8220;Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab.&#8221; (QS. Al-Ahzâb: 53).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4. Tidak Berdua-duaan dengan Lawan Jenis</p>
<p>Dari Ibnu &#8216;Abbâs Radhiyallahu ‘Anhu berkata, &#8220;Saya mendengar Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda, &#8220;Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.&#8221; (HR. Bukhârî 9/330, Muslim 1341).</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam juga bersabda, &#8220;Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan seorang wanita, karena setan akan menjadi yang ketiganya.&#8221; (HR. Ahmad dan At-Tirmidzî dengan sanad shahih).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5. Tidak Mendayukan Ucapan</p>
<p>Seorang wanita dilarang mendayukan ucapan saat berbicara kepada selain suami. Firman Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;ala, artinya, &#8220;Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.&#8221; (QS. Al-Ahzâb: 32).</p>
<p>Berkata Imam Ibnu Katsîr—rahimahullâh, &#8220;Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh Allah kepada para istri Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam serta para wanita Mukminah lainnya, yaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam artian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.&#8221; (Tafsîr Ibnu Katsîr: 3/530).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6. Tidak Menyentuh Lawan Jenis</p>
<p>Dari Ma&#8217;qil bin Yasâr t berkata, &#8220;Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam bersabda, &#8220;Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.&#8221; (HR. Thabrânî dalam Mu&#8217;jam al Kabîr: 20/174/386).</p>
<p>Berkata Syaikh Al-Albânî—rahimahullâh, &#8220;Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.&#8221; (Ash-Shohîhah: 1/448).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain-lain. Dari &#8216;Aisyah berkata, &#8220;Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat.&#8221; (HR. Bukhârî 4891).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inilah sebagian etika pergaulan laki-laki dengan wanita selain mahram, yang mana, apabila seseorang melanggar semuanya atau sebagiannya saja akan menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, &#8220;Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya.&#8221; (HR. Bukhârî dan Muslim).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;ala telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang bisa mendekati perzinaan. (Lihat Hirâsatul Fadhîlah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid, hal. 94-98). Sebagaimana firman-Nya, artinya, &#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al-Isrâ&#8217;: 32).</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Hukum Pacaran</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><img src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/195846_196560100375981_100000659766386_585363_1351467_n.jpg" alt="" /></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setelah memerhatikan ayat dan hadits di atas, maka tidak diragukan lagi bahwa pacaran itu haram, karena beberapa sebab berikut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Orang yang sedang pacaran tidak mungkin menundukan pandangannya terhadap kekasihnya. Awal munculnya rasa cinta itu pun adalah dari seringnya mata memandang kepadanya.</p>
<p>2. Orang yang sedang pacaran tidak akan bisa menjaga hijab.</p>
<p>3. orang yang sedang pacaran biasanya sering berdua-duaan dengan kekasihnya, baik di dalam rumah atau di luar rumah</p>
<p>4. Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya</p>
<p>5. Pacaran identik dengan saling menyentuh antara laki-laki dengan wanita, meskipun itu hanya jabat tangan.</p>
<p>6. Orang yang sedang pacaran, bisa dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perhatikan kembali etika pergaulan dengan lawan jenis dalam Islam yang telah kami sebutkan di atas. Berapa poin pelanggaran yang dilakukan oleh orang pacaran? Dalam kamus pacaran, hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan, padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkan pacaran, lalu bagaimana kalau semuanya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SYUBHAT DAN JAWABANNYA</p>
<p>Sebenarnya, keharaman pacaran lebih jelas daripada matahari di siang bolong. Namun begitu, masih ada yang berusaha menolaknya walaupun dengan dalil yang sangat rapuh, serapuh rumah laba-laba Di antara syubhat itu adalah:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syubhat pertama:</p>
<p>Tidak bisa dipukul rata bahwa pacaran itu haram, karena bisa saja orang pacaran yang Islami, tanpa melanggar syariat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanggapan:</p>
<p>Istilah &#8220;Pacaran Islami&#8221; itu cuma ada dalam khayalan, sekalian aja mabok islami, mencuri islami, mau apa namanya tetap haram. mau ustad yang bikin syubhat mau nak ustad atau kiai kalau dia pacaran tetep haram dan tidak pernah ada wujudnya. Anggaplah dia bisa menghindari khalwat (berduaan), menyentuh serta menutup aurat, tapi tetap tidak akan bisa menghindari dari saling memandang. Atau paling tidak membayangkan dan memikirkan kekasihnya. Yang mana hal itu sudah cukup mengharamkan pacaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syubhat kedua:</p>
<p>Orang sebelum memasuki dunia pernikahan, butuh untuk mengenal dahulu calon pasangan hidupnya, baik sisi fisik maupun karakter, yang mana hal itu tidak akan bisa dilakukan tanpa pacaran, karena bagaimanapun juga kegagalan sebelum menikah akan jauh lebih ringan daripada kalau terjadi setelah nikah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanggapan:</p>
<p>Memang, mengenal fisik dan karakter calon istri maupun suami merupakan suatu hal yang dibutuhkan orang sebelum memasuki biduk pernikahan, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, juga tidak terkesan membeli kucing dalam karung. Namun, tujuan ini tidak bisa menghalalkan sesuatu yang haram. Ditambah lagi, bahwa orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha menampakkan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya di hadapan kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi buta dan tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat. (Lihat Faidhul Qodîr oleh Imam Al-Munâwî: 3/454).</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>INTINYA PACARAN ADALAH HARAM&#8230;!!!! MENING JUGA NIKAH&#8230;  BEBAS MAU NGAPAIN JUGA, KAGA ADA YANG CURIGA&#8230;</strong></li>
</ul>
<p><strong>kalau ada yang bilang pacaran itu sarana mengenal calon sebelum menikah.. jawabannya 0 besar,,!!! liat diluar sana yang pacaran pada nikah ada ga !! malah yang ada cabak-cabak sebelum menikah bukan menegal calon.  trus kalau yang masih SMP udah pd pacaran apakah itu bukti menegenal calon pasangan Suami or istri qt&#8230;.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div><img src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/195853_196560407042617_100000659766386_585365_7177286_n.jpg" alt="" /></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bahkan nikah itu sangat dianjurkan !!!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.(QS. An-Nur : 32)</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu dan jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas. (QS. Al-Maidah: 87)</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Dari Abdullah bin Mas&#8217;ud ra berkata bahwa Rasulullah Salallahu alaihi was salam bersabdakepada kami,&#8221;Hai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu sudah mampu kawin, maka kawinlah. Karena dia itu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan siapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena dapat menahan (HR. Bukhari Muslim)</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dari Anas ra bahwa Rasulullah Salallahu alaihi was salam bersabda,”Orang yang diberi rizki oleh Allah Subhanahu wata&#8217;ala seorang istri shalihah berarti telah dibantu oleh Allah Subhanahu wata &#8216;ala pada separuh agamanya. Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya. (HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161).</strong></p>
<p>sumber: http://www.facebook.com/notes.php?id=100000659766386</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=455&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2011/03/14/lindungi-buah-hati-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183773_196556577043000_100000659766386_585356_357831_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Realita Zaman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/195846_196560100375981_100000659766386_585363_1351467_n.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/195853_196560407042617_100000659766386_585365_7177286_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit dari Sekian Banyak kebatilan di tubuh Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/10/23/sedikit-dari-sekian-banyak-kebatilan-di-tubuh-syiah/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/10/23/sedikit-dari-sekian-banyak-kebatilan-di-tubuh-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 12:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Penindasan dan kehinaan yang diderita oleh umat Islam saat ini, menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar diadakan konsolidasi antar semua aliran  yang ada. Konsolidasi yangsalah kaprah! Sehingga tidak meng-hasilkan apapun. Di antara upaya konsoli-dasi dan merapatkan barisan yang terbukti salah kaprah adalah upaya merapatkan barisan Ahlussunnah dengan sekte Syi&#8217;ah, dengan menutup mata dari berbagai pe-nyelewengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=450&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://assunah.files.wordpress.com/2010/10/hakikatsyiahcopy.jpg?w=739&#038;h=218" alt="" width="739" height="218" /></p>
<p style="text-align:justify;">Penindasan dan kehinaan yang diderita  oleh umat Islam saat ini, menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar  diadakan konsolidasi antar semua aliran  yang ada. Konsolidasi  yangsalah kaprah! Sehingga tidak meng-hasilkan apapun. Di antara upaya  konsoli-dasi dan merapatkan barisan yang terbukti salah kaprah adalah  upaya merapatkan barisan Ahlussunnah dengan sekte Syi&#8217;ah, dengan menutup  mata dari berbagai pe-nyelewengan dan kekufuran. Konsolidasi semacam  ini bukannya memperkuat barisan umat Islam, namun bahkan sebaliknya,  meruntuhkan kekuatan umat Islam. Per-satuan tidak akan tegak kecuali  dibangun di atas kebenaran.<span id="more-450"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada hal yang  fundamental, yang tidak dipahami atau mungkin pura-pura tidak dipahami  oleh para penggagas konsolidasi, yaitu mereka mengira bahwa perbedaan  antara Ahlussunnah dengan Syi&#8217;ah sebatas perbedaan <em>furu&#8217;</em>(cabang)  bukan ushul (pokok), antara ke-Islaman dan kekafiran. Perbedaan kita  dengan Syi’ah Raafidhah khususnya adalah perbedaan <em>ushul</em>(pokok-pokok agama) dan bahkan <em>furu’</em> yang keduanya tidak mungkin disatukan kecualikalau salah satunya meninggalkan ajaran agamanya. Di antara perbedaan <em>ushul</em> (pokok) yang sangat mendasar sekali yang kalau diyakini oleh seseorang maka akan menyebabkan seorang itu murtad yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama;</strong>keyakinan  mereka bahwa al-Qur’an yang ada di tangan kaum mus-limin saat ini, yang  dibaca, yang dihafal, yang diwahyukan kepada hambaNya dan Rosul-Nya,  Muhammad a‘alaihi wa sallammelalui perantara Malaikat Jibril  ‘alaihissalam, telah tidak asli lagi. Menurut Syi’ah, al-Qur’an telah  dirubah, atau dikurangi oleh para sahabat yang dipimpin oleh tiga  sahabat mulia yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsman dan para sahabat lainnya  rodhiallohu ‘anhum. Keyakinan ini adalah keyakinan kufur kepada seluruh  isi al-Qur’an, karena Alloh subhanahu wa ta’ala telah berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”<strong>(QS. </strong><strong>al-Hijr</strong><strong>[15]:9)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan ajaran Rafidhah yang  terus-menerus mereka katakan sampai saat ini, baik dengan lisan maupun  tulisan bahwa al-Qur’an yang asli adalah al-Qur’an yang tiga kali lebih  besar dibandingkan al-Qur’an kita yang ada sekarang dan sangat berbeda  isinya. Al-Qur&#8217;anmereka ini nanti akan dibawa oleh imam Mahdi menurut  versi mereka dan dinamakan Mushaf Fathimah. Inilah keyakinan mereka,  walaupun sebagian mereka mengingkarinya tetapi pengingkaran itu hanya  o-mong kosong karena ini merupakan <em>taqiyah</em> mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau keyakinan ini diyakini oleh kaum muslimin maka tidak diragukan lagi bahwa dia telah murtad, keluar dari dari agama Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>; pengkafiran  terhadap hampir se-luruh sahabat Rosululloh‘alaihi wa sallam, seperti  Abu Bakar as-shidiq, Umar al-Faruq, Utsman Dzunnurain  rodhiallohu ‘anhu  seluruh sahabat Rosululloh subhanahu wa ta’ala kecuali beberpa sahabat  yang jumlahnya sangat sedikit sedangkan selain yang sedikit ini semuanya  kafir. Keyakinan ini berarti kafir terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang  menyatakan bahwa standar keimanan kaum muslimin adalah keimanan para  sahabat, keridhaan Alloh subhanahu wa ta’alaterhadap mereka dan  lain-lain. Kalau seorang muslim dan muslimah meyakini keyakinan ini  berarti mereka telah murtad, keluar dari Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu keyakinan Rafidhah di atas itu saja  sudah tidak mungkin disatukan dengan keyakinan yang ada dalam Islam.  Artinya, tidak mungkin seorang muslim dan seorang Rafidhi (Penganut  agama Syi’ah) bersatu karena keyakinannya sangat berbeda. Ini  berdasarkan dalil<em>naqliyah</em>dan <em>aqliyah</em>yang shohih yang memiliki ketegasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh kerena itu para ulama zaman dahulumenyatakan bahwa orang yang paling bodoh terhadap dalil-dalil <em>naqliyah</em> dan <em>aqliyah</em> serta paling sesat jalannya di anatara orang-orang yang mengaku Islam  adalah Syi’ah atau Rafidhah ini. Karena dengan tegas, mereka membenarkan  apa yang didustakan dengan dalil-dalil naqli-yah sami’yah (dalil-dalil  dari al-Qur’andan sunnah) dan yang didustakan oleh akal. Sebaliknya,  mereka mendustkan apa yang jelas dan terang yang telah datang dari  dalil-dalil <em>naqliyah</em> <em>sam’iyah</em> dan berdasarkan akal yang shahih. (Minhajus sunnah, 1/8)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>; perbedaan <em>ushul</em> (pokok) lainnya adalah penyembahan terhadap manusia. Di antara  orang-orang yang menisbatkan diri kepada Islam, yang pertama kali  membangun kubur-kubur dan kubah-kubah adalah kaum Rafidhah. Mereka  mengadakan peribadatan kepada selain Alloh subhanahu wa ta’ala. Padahal  ini sangat di-haramkan dalam Islam dan merupakan syirikbesar. Mewakili  pengikutnya, Khomaini dalam bukunnya al-Hukumatul al-Islamyah, halaman  52 mengatakan: “Sesungguhnya sesuatu yang pasti dari madzhab kami bahwa  imam-imam kami memiliki kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh seseorang  baik seorang rosul yang diutus maupun oleh malaikat yang dekat.” Ini  pernyataan tegas Khomaini. Ini menunjukkan sikap <em>ghuluw</em> mereka terhadap para imam mereka, yang mereka klaim memiliki derajat yang lebih tinggi dari para nabi dan rosul.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab yang sama, Khomaini  me-nyatakan bahwa imam mereka tidak pernah lupa dan lalai. Ini adalah  sifat Alloh subhanahu wa ta’alakarena hanya Alloh lah yang tidak pernah  lupa dan lalai. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><em> “Dan tidaklah Tuhanmu lupa.”</em><strong>(QS. Maryam [19]:46)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini merupakan salah satu bentuk  penyem-bahan terhadap makhluk. Keyakinan seperti ini tidak mungkin bisa  disatukan dengan seorang muslim yang beraqidah shohih, yang bermanhaj  dengan manhaj salaful ummah, yang hanya ruku’ dan sujud kepda Alloh  subhanahu wa ta’ala, karena itu mereka membangun kuburan dan merekalah  yang pertama kali memasukan penyembahan terhadap kubur ke dalam Islam,  membangunya serta mendirikan kubah-kubah.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah beberapa ushul di antara  banyaknya ushul yang membedakan Rafidhah dengan Islam sehingga tidak  mungkin disatukan kecuali salah satunya meninggalkan agamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah ini sering tidak diketahui oleh  tokoh-tokoh kaum muslimin khususnya di negeri kita ini. Karena Syi’ah  selalu menyem-bunyikan keyakinan-keyakinan mereka kepadaorang-orang yang  belum menjadi pengikut setia mereka.Tetapi jika mereka sudah tahu, dan  masih menghendaki konsolidasi tersebut, maka <em>wal’iyadzubillah</em>.  Semoga kita dijauhkan dari para pemimpin seperti itu, dan lebih  didekatkan dengan para ulama Robbani, yang mereka berpe-gang teguh  kepada sunnah Rosululloh shalallohu ‘alaihi wa sallamdan para sahabat  Beliaurodhiallohu ‘anhum.</p>
<p style="text-align:justify;">sumber<a href="http://www.hasmi.org/di-antara-kebathilan-agama-syiah.html" target="_blank"> di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/450/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=450&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/10/23/sedikit-dari-sekian-banyak-kebatilan-di-tubuh-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunah.files.wordpress.com/2010/10/hakikatsyiahcopy.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sunnah Adalah Wahyu</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/10/06/sunnah-adalah-wahyu/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/10/06/sunnah-adalah-wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 08:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[sumber: di sini Sunnah adalah wahyu Alloh Subhanahu wa Ta`ala. Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman : … dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. dan bertakwalah kepada Allah serta Ketahuilah bahwasanya Allah Maha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=445&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="I Love Sunnah" src="http://assunah.files.wordpress.com/2010/10/ilovethesunnah.jpg?w=230&#038;h=230" alt="" width="230" height="230" />sumber: <a href="http://www.hasmi.org/sunnah-adalah-wahyu.html" target="_blank">di sini</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sunnah adalah wahyu Alloh Subhanahu wa Ta`ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">… dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan <strong>apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al hikmah (As Sunnah)</strong>. <strong>Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu</strong>. dan bertakwalah kepada Allah serta Ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;"><em> … dan (juga karena) <strong>Allah Telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan Telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui</strong>. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Imam Asy Syafi`i rohimahulloh mengatakan :<span id="more-445"></span></p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Alloh menyebutkan Al Kitab yang  berarti Al Qur`an. Diapun menyebutkan Al Hikmah di mana aku mendengar  para ahli ilmu Al Qur`an yang aku ridhoi berkata : bahwa makna hikmah  adalah sunnah Rosululloh Sellewlohu `alaihi wa sallam</em>…” (Ar Risalah : 78 – 79)</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam ayat ini, Alloh Subhanahu wa  Ta`ala menurunkan wahyuNya bukan hanya dalam bentuk AL Kitab, tapi juga  menurunkan al hikmah yang berarti sunnah. Ini berarti bahwa sunnahpun  diturunkan oleh Alloh swt sebagai wahyu.</p>
<p style="text-align:justify;">Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>1.  Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>2.  Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga saat Abdulloh bin `Amr bin Al `Ash diejek oleh orang – orang musyrik yang berkata : “<em>apakah  engkau akan menulis segala sesuatu yang engkau dengar darinya,  sedangkan Muhammad hanyalh manusia yang berbicara saat murka dan senang</em>?”. Maka Rosululloh saw bersabda dengan tegas :</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Tulislah! Demi Rob Yang jiwaku ada di tanganNya, tidak ada yang keluar dari mulutku kecuali kebenaran</em>”. (<strong>Hr. Abu Daud : 3646, Hakim dalam Al Mustadrok 1/104 dan beliau menshohihkannya serta disepakati oleh adz Dzahabi</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Katsir rohimahulloh berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Artinya  tidaklah beliau mengatakan suatu perkataan dari hawa nafsu dan  keinginannya (Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan  (kepadanya) yang berarti bahwa beliau mengucapkan apa yang beliau diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia secara sempurna dan tuntas, tanpa ditambah ataupun dikurangi</em>”. (Tafsir Al Qur`an Al `Adzim : 1307)</p>
<p style="text-align:justify;">Rosululloh sellewlohu alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Ketahuilah… Sesungguhnya aku diberikan Al Qur`an dan yang semisalnya bersama-sama</em>”.   (Hr. Abu Daud : 4604, Ahmad : 4/130, Ibnu Hibban : 11, At Tirmidzi :  2666, Ibnu Majah : 12 dan Ad Darimi : 1/144 serta dishohihkan oleh  syeikh Al Albani dalam kitab Misykat Al Mashobih : 1/57 dan Ahmad Syakir  terhadap hadits Imam Ahmad).</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sulaiman Al Khottobi rohimahulloh berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sabda beliau sellewllohu alaihi  wasallam (Sesungguhnya aku diberikan Al Qur`an dan yang semisalnya  bersama-sama) mengandung dua kemungkinan makna : pertama : maknanya  bahwa beliau diberikan wahyu bathin yang tidak dibaca seperti beliau  diberikan wahyu dzohir yang dibaca. Makna lain berarti bahwa beliau  diberikan Al Kitab sebagai wahyu yang dibaca, serta diberikan al Bayan  yang artinya beliau diberi idzin menjelaskan apa yang ada di dalam al  Kitab, makna umum, makna khusus, menambahnya dan menentukan syari`at  yang tidak disebutkan al Kitab. Semua itu mewajibkan hukum dan  konsekwensi mengamalkannya, seperti lafadz dzohir yang dibaca</em>”. (Ma`alaim As Sunan : 4/298)</p>
<p style="text-align:justify;">Rosululloh sellewlohu alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sesungguhnya ruhul amin (Jibril  `alaihissalam) telah menyampaikan ke dalam jiwaku bahwa tak ada satu  jiwapun yang mati sampai disempurnakan rizkinya, maka perbaguslah oleh  kalian dalam mencari rizki</em>”. (Hr. Asy Syafi`i dalam Ar Risalah :  93, Al Hakim dalam Al Mustadrok : 2/4 dan Al Baihaqi dalam Al Jami Li  Syu`ab Al Iman : 1141. Ahli tahkiknya mengatakan : Isnadnya memiliki  rijal-rijal yang tsiqot)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Asy Syafi` rohimahulloh berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Di antara wahyu yang disampaikan Jibril ke dalam jiwa beliau adalah sunnahnya, itulah hikmah yang disebutkan oleh Alloh</em>”. (Ar Risalah : 103)</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak dapat pungkiri bahwa ajaran  Dienul Islam adalah kalam Alloh yang diwahyukan kepada Rosululloh  sellewlohu `alaihi wa sallam yang bukan hanya lafaz-lafaz tanpa makna  dan hakekat pelaksanaannya. Semua makna dan hakekat pelaksanaan dari  kalamulloh yang diwahyukan itulah yang disampaikan dan dilaksanakan oleh  Rosululloh sellewlohu `alaihi wa sallam dengan tuntas dan sempurna.  Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">2.  Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang <strong>membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah)</strong>. dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, kita melihat bahwa  Rosululloh sellewlohu `alaihi wa sallam diajarkan langsung oleh Jibril  tentang berbagai makna dari lafadz-lafadz wahyu dan tata-cara  pelaksanaan yang diperintahkan dan dilarang wahyu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jibril `alaihis salam datang kepada  Rosululloh sellewlohu `alaihi wa sallam dalam bentuk seorang laki-laki  di hadapan para shohabat beliau untuk mengajarkan makna dari Al Islam,  Al Iman dan Al Ihsan serta tanda-tanda kiamat. (Hr. Muslim : )</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu `Abbas rodiyallohu `anhu berkata bahwa Nabi sellewlohu alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">“Jibril `alaihis salam mengimami aku dua kali di sisi Baitulloh…” (Hr. At Tirmidzi : 149, Ahmad : 1/33 dan Abu Daud : 393).</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Hazm Al Andalusi berkata ;</p>
<p style="text-align:justify;">“Telah shohih bahwa semua kalam  Rosululloh sellewlohu `alaihi wa sallam adalah agama, tidak ada keraguan  bahwa itupun wahyu dari Alloh `Azza wa jalla. Tidak ada satu ulama  bahasa dan syari`ahpun yang berbeda pendapat bahwa setiap wahyu yang  turun dari Alloh Subhanahu wa Ta`ala adalah dzikir yang diturunkanNya”.  (Al Ihkam : 1/135)</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ragukah kita? Bahwa Sunnah beliau  saw adalah wahyu? Masih percayakah anda dengan omongan orang-orang kotor  yang sama sekali tidak kenal keimanan mereka yang mengatakan sunnah  bukan wahyu? Oh… aneh… orang-orang yang sama sekali tidak menunjukkan  komitmennya kepada Islam, baik secara ilmu dan amal menjadi orang-orang  yang dipercayai komentarnya saat ini… Tidakkah kita berpikir? Ada Al  Qur`an, Perkataan Rosululloh saw yang mulia dan perkataan para Ulama  terhormat yang telah menjelaskan kepastian bahwa sunnah adalah wahyu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=445&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/10/06/sunnah-adalah-wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunah.files.wordpress.com/2010/10/ilovethesunnah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">I Love Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMURNIAN TAUHID “Ruh Penggerak Kebangkitan Sejati”</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/08/30/kemurnian-tauhid-%e2%80%9cruh-penggerak-kebangkitan-sejati%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/08/30/kemurnian-tauhid-%e2%80%9cruh-penggerak-kebangkitan-sejati%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 06:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[HASMI]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah-tengah keterpurukan ummat pada zaman ini, setelah runtuhnya khilafah Utsmaniyah, muncullah secercah cahaya berupa tum-buhnya kesadaran putra-putra Islam untuk bangkit, dengan begitu tentu sangat memberikan harapan yang besar bagi kebangkitan total ummat di masa yang akan datang. Hal ini dapat dilihat banyak-nya gerakan-gerakan Islam yang tumbuh untuk berusaha membangkitkan ummat dari keterpurukannya meskipun banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=435&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://assunah.files.wordpress.com/2010/08/khalifah3.jpg?w=221&#038;h=195" alt="" width="221" height="195" />Di tengah-tengah keterpurukan ummat pada  zaman ini, setelah runtuhnya khilafah Utsmaniyah, muncullah secercah  cahaya berupa tum-buhnya kesadaran putra-putra Islam untuk bangkit,  dengan begitu tentu sangat memberikan harapan yang besar bagi  kebangkitan total ummat di masa yang akan datang. Hal ini dapat dilihat  banyak-nya gerakan-gerakan Islam yang tumbuh untuk berusaha  membangkitkan ummat dari keterpurukannya meskipun banyak sekali  kelemahannya terutama pada titik dasar pondasi tauhid, karena memang  ketika jatuhnya kekhilafahan ummat dalam keadaan terpuruk ruhaniahnya.  Penyimpangan telah terlalu jauh dan kesyirikan merajalela di mana-mana.  Dengan demikian tidak heran jika bebe-rapa penyeru dan organisasi  kebangkitan masih banyak yang harus dipertanyakan.<span id="more-435"></span></p>
<p>Sudah menjadi logika yang dapat diterima oleh akal semua orang,  bahwa-sanya untuk mendapatkan solusi tepat bagi suatu permasalahan,  seseorang harus terlebih dahulu mengetahui sebab terbesar atau ibunya  sebab yang dapat melahirkan sebab-sebab yang lain. Se-hingga ketika ibu  berbagai sebab telah terselesaikan, maka sebab-sebab yang lain-nya akan  terselesaikan.</p>
<p>Bahwa sebab terbesar dari semua keterpurukan adalah keterpurukan  ru-hani, keluarnya manusia dari rel sirotul-mustaqim. Dan tauhid adalah  rambu utama dari rambu-rambu sirotulmus-taqim, dia adalah landasan  segalanya, jika benar maka benarlah seluruhnya dan jika cacat maka  cacatlah seluruhnya. Tauhid adalah yang pertama dan yang terakhir. Nabi  Muhammad sholAlloh subhanahu wa ta’alau ‘alaihi wa sallam  pun me-mulai  da’wahnya bukan dengan da’wah sosial, kendatipun gelar al Amin telah  tersemat dalam diri Beliau, sehingga mungkin dengan da’wah sosial,  ma-nusia akan langsung berbondong-bon-dong masuk Islam. Namun tidak,  justru Beliau sholAlloh subhanahu wa ta’alau ‘alaihi wa sallam  memilih  jalan da’wah tauhid, inilah landasan agung untuk semua ke-suksesan.</p>
<p>Tauhid adalah mengesakan Alloh subhanahu wa ta’ala<strong> </strong>dalam  rububiyah-Nya, yaitu dalam per-buatan-perbuatan ketuhanan-Nya,  mengesakan dan memuliakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta  mengesa-kan Alloh subhanahu wa ta’ala<strong> </strong>pada hak-hak-Nya sebagai Ilah (Tuhan) untuk seluruh alam.</p>
<p><strong>Para</strong><strong> Rosul Menda’wahkan Tauhid</strong></p>
<p>Alloh subhanahu wa ta’ala  berfirman:</p>
<p><em>“Dan sesungguhnya Kami telah me-ngutus Rasul pada tiap-tiap umat  (untuk menyerukan): &#8220;Sembahlah Alloh subhanahu wa ta’ala (saja), dan  jauhilah Thaghut…</em>” <strong>[QS. an-Nahl:</strong><strong> 36]</strong></p>
<p>Risalah para rasul semua tegak di atas dua kaidah agung dan dua pokok pangkal yang besar, yaitu: <strong>‘Sembahlah</strong> <strong>Alloh subhanahu wa ta’ala</strong> <strong>saja’</strong> dan <strong>‘Jauhilah</strong> <strong>Thagut’</strong>. Kaidah <strong>‘Sembahlah</strong> <strong>Alloh subhanahu wa ta’ala</strong> <strong>saja’ </strong>adalah:  Realisasi tauhid dan aqidah yang lurus, ketaatan kepada Alloh subhanahu  wa ta’ala  serta ittiba’ (mengikuti) syariat-Nya, sedangkan kaidah <strong>‘Jauhilah</strong> <strong>Thagut’</strong> adalah: Menjauhi hawa nafsu, perpecahan, bid’ah, dan apa saja yang  membawa kepada kesyirikan, kekufuran, kezhaliman, kefasikan dan  berpalingnya dari dienullah.</p>
<p>Maka semua da’wah yang tidak me-nancapkan tujuan akhir dan manhajnya  di atas dua pokok pangkal ini adalah da’wah yang menyelisihi manhaj para  rasul dan tidak sempurna (cacat), serta tidak akan ada buah yang dapat  diharap-kan.</p>
<p><strong>Siapa yang berbuat syirik dan mening</strong><strong>-galkan tauhid, maka akan </strong><strong>terpuruk kekal di neraka.</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh  subhanahu wa ta’ala, maka pasti Alloh subhanahu wa ta’ala   mengharam-kan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada  bagi orang-orang zolim itu seorang penolong pun.</em>” <strong>[QS. al-Ma’idah (5): 72]</strong><strong> </strong></p>
<p>Saudaraku kaum muslimin…</p>
<p>Bagaimana mungkin jiwa-jiwa yang telah terjatuh ke dalam keterpurukan  syirik yang menjadi lawan dari tauhid, sampai menganggap pemujaan dan  per-ibadatan kepada kuburan-kuburan, pohon-pohon, benda-benda mati yang  dikeramatkan, bahkan sampai meng-agung-agungkan kerbau dan  mempe-rebutkan kotorannya dapat membang-kitkan ummat ini!. Maka jelas  sekali, tidak mungkin terwujud kebangkitan ummat secara total, sebelum  bangkitnya jiwa-jiwa yang terpuruk dari kesyirikan menuju tauhid.</p>
<p>Saudaraku kaum muslimin…</p>
<p>Tidak ada solusi kecuali dengan mengikuti orang-orang terdahulu yang  sholeh dalam merubah, memperbaiki dan membangkitkan ummat dari  keter-purukan. Sebagaimana<strong> </strong>kaidah yang di-buat oleh Imam Malik <em>rahimahulloh</em><em>.</em></p>
<p><em>&#8220;Tidaklah akan baik akhir ummat ini kecuali mereka mengikuti baiknya awal ummat ini&#8221;</em><br />
<em>Sumber: <a href="http://www.hasmi.org/kemurnian-tauhid-ruh-penggerak-kebangkitan-sejati.html" target="_blank">di sini</a><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=435&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/08/30/kemurnian-tauhid-%e2%80%9cruh-penggerak-kebangkitan-sejati%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunah.files.wordpress.com/2010/08/khalifah3.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan, Bulan Suci yang Ternodai</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/08/15/ramadhan-bulan-suci-yang-ternodai/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/08/15/ramadhan-bulan-suci-yang-ternodai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 14:02:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, dalam beberapa hari kedepan, kita akan dipertemukan dengan bulan suci yang penuh berkah,bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang istimewa, dan sungguh merupakan nikmat yang sangat besar jika bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan dan bisa memakmurkannya dengan berbagai amal saleh demi mencapai ridha Alloh swt. Ironis memang, memasuki bulan Ramadhan,kita akan menyaksikan fenomena memprihatinkan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=427&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://assunah.files.wordpress.com/2010/08/ramadan-touch-blessing-islam.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-428" title="ramadan-touch-blessing-islam" src="http://assunah.files.wordpress.com/2010/08/ramadan-touch-blessing-islam.jpg?w=187&#038;h=140" alt="" width="187" height="140" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, dalam beberapa hari  kedepan, kita akan dipertemukan dengan bulan suci yang penuh  berkah,bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang istimewa, dan sungguh  merupakan nikmat yang sangat besar jika bisa berjumpa dengan bulan  Ramadhan dan bisa memakmurkannya dengan berbagai amal saleh demi  mencapai ridha Alloh swt.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-427"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ironis  memang, memasuki bulan Ramadhan,kita akan menyaksikan fenomena  memprihatinkan yang terjadi di mayoritas masyarakat Muslimin, dan tanpa  mereka sadari bahwa aktivitas mereka itu merupakan bentuk penodaan  terhadap kesucian bulan Ramadhan. Padahal mereka itu umumnya orang-orang  yang bersemangat dalam beribadah dan beramal sholeh, hanya saja karena  syubhat dan kejahilan (ketidakpahaman) terhadap syariat Islam yang  menjerumuskan mereka ke dalam bentuk-bentuk penyelisihan dan pelanggaran  syariat, bahkan sampai pendholiman (kesyirikan) terhadap Alloh swt.  Na’udzubillah</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, pada tulisan ini  insyaAllohkami mencoba mengangkat beberapa amalan yang menyelisihi  ajaran Rosululloh sholallohu &#8216;alaihi wa sallam tapi dianggap sebagai  suatu amalan sunnah oleh kebanyakan kaum muslimin di bulan Ramadhan,</p>
<p style="text-align:justify;">Ramadhan,</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Nyadran</strong>, adalah budaya  ziarah ke kuburan menjelang bulan Ramadhan dan setelah Ramadhan.  Kegiatan dalam ziarah tersebut diantaranya adalah menyapu dan  membersihkan makam, memanjatkan doa permo-honan ampun, bertawashul dan  tabur bunga. Di daerah jawa tengah biasanya orang yang <em>nyadran </em>membawa  aneka makanan, seperti:tumpeng, ingkung (ayam yang dimasak utuh), apem,  pisang raja, jajanan pasar dan kolak, ke lokasi pemakaman. Selain itu,  mereka juga membawa kemenyan serta ber-aneka macam bunga, seperti mawar,  melati dan kenanga. Bahkan sebagian mereka ada yang berlebihan dengan  beranggapan bahwa tidaklah sempurna ibadah puasa Ramadhan jika belum  melaksanakan ziarah kubur.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Perbuatan <em>nyadran </em>ini  tidak disyariatkan bahkan melanggar ajaran Rosul sholallohu &#8216;alaihi wa  sallam, karena di dalamnya terdapat tawasshul dan ibadah lainnya yang  tidak pernah dicontohkan oleh Nabi saw, tidak pernah dilaksanakan oleh  para sahabat dan para imam madzhab yang 4 sekalipun. Rosululloh   sholallohu &#8216;alaihi wa sallam menganjurkan ziarah qubur dengan tujuan  agar mengingat kematian bukan meminta berkah atau bertawashul kepada si  mayit, hal itu sebagaimana penjelasan dari Rosululloh saw :</p>
<p style="text-align:justify;">“Dahulu aku  melarang kalian untuk berziarahkubur. Maka sekarang berziarahlah kalian,  karena sesungguhnya hal itu mengingatkan kalian akan hari akhirat”.  [HR. Muslim]<strong>.</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Munggahan</strong>,  mungkin istilah munggahan ini sudah tidak asing lagi bagi para pembaca  khususnya bagi orang Sunda. Secara etimologis munggahan berasal dari  kata unggah (bahasa Sunda) yang memiliki arti ‘mancat’ atau memasuki  tempat/bulan yang agak tinggi, sebab Ramadhan memiliki ketinggian nilai  jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Praktek tradisi  munggahan pun beragam, ada yang “botram” (makan bersama-sama) di  pegunungan, sawah atau bukit yang diawali dengan ceramah dan do’a  bersama. Ada juga yang melaksanakan kenduri di masjid atau surau yang  dipimpin oleh kyai dalam berdoa dan bertawasshul kemudian diakhiri  dengan makan-makan bersama. Tradisi tersebut oleh sebagian masyarakat  muslimin acap kali dianggap sebagai bentuk atau wujud tasyakur dalam  menyambut bulan suci Ramadhan dan sebagai indikasi bahwa mereka itu  menghormati bulan Ra-madhan yang penuh keberkahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Amalan inipun  telah menyelisihi syariatIslam. Dan  mungkin perlu kita pahami bersama  bahwa penyelisihan itu terjadi bukan karena berkumpul dan mengajinya,  tetapi penyelisihan itu karena “menentukan waktu tertentu dalam  mengamalkan suatu ibadah tertentu”, kemudian amalan tersebut dianggap  sebagai suatu amalan Islami, padahal Islam tidak pernah menentukan dan  mengajarkannya. Sabda Rasul saw : “Dan sejelek-jelek perkara adalah  amalan-amalan yang baru, karena sesungguhnya setiap amalan yang baru itu  bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.” (HR. Muslim)<strong>. </strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Padusan, </strong>yaitu  mandi besar menjelang tang-gal satu Ramadhan sebagai syarat agar  puasanya sempurna, bahkan di beberapa kampung ada yang mensyaratkan  mandinya harus di “leuwi” (sungai yang airnya tenang) disertai wiridan  dan bacaan tertentu.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Syarat ini tidak  pernah disyariatkan oleh Islam,yang menjadi syarat puasa Ramadhana dalah  niat dalam hati untukb erpuasa besok di malam sebelum berpuasa, adapun  mandi besar untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita  saw .</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika petunjuk Rosul saw ditambah atau dikurangi berarti petunjuk Beliau telah dikhianati dan dibenci. Rosul saw bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">))فمن رغب عن سنتي فليس مني((</p>
<p style="text-align:justify;">“Barangsiapa yang membenci sunahku, makadia bukan termasuk golongan umatku” (HR. Muslim)<strong>.</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Melafadzkan niat berpuasa</strong>, biasanya diu-capkan secara berjamaah yang dipimpin oleh Imam setelah shalat tarawih, adapun lafadnya:</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">))نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنأداءِ فرض رمضان هذه السنة للهتعالى((</p>
<p style="text-align:justify;">“Niat saya berpuasa besok dalam rangka melaksanakan kewajiban bulan ramadhan tahun ini karena Alloh ta’ala”.</p>
<p style="text-align:justify;">Amalan ini pun  merupakan ibadah baruyang melanggar ajaran Nabi kita saw, karena Beliau  sholallohu &#8216;alaihi wa sallam, para sahabatnya dan semua ulama Ahlu  Sunnah tidak pernah melafadkan niat, baik ketika hendak shalat atau  puasa. Semua ulama madzhab termasuk Imam Syafi’i sen-iri sepakat bahwa  niat tempatnya di hati, melafadkannya berarti telah membuat syariat  baru.Sabda Rasul saw :  “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu  hanyatergantung kepada niat”(HR. Muslim)<strong>. </strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Perayaan Nuzulul Qur’</strong><strong>an</strong>,  biasanya diadakansetiap tanggal 17 ramadhan. Acara seremonial ini pun  biasanya tak lepas dari dzikir dan doa bersama. Perayaan ini juga  merupakan ibadah baru yang harus kita jauhi, karena Rosul sholallohu  &#8216;alaihi wa sallam telah memperingatkan kepada kita: “Barangsiapa yang  mengadaadakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami,  maka dia tertolak” (HR. Muslim).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sampai saat ini  kita pun tidak tahu darimana sumbernya mereka mengambil tanggal 17 dan  meyakininya sebagai hari diturunkannya al-Quran. Padahal al-Quran itu  sendiri telah memberitahukan kepada kita bahwa al-Quran turun disaat  lailatul qodar (lihat surat al qodr tafsir ibnu katsir).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam situs  wikipedia dijelaskan bahwa awal diperingati Nuzulul Qur’an di Indonesia,  yaitu ketika Presiden Soekarno mendapat saran untuk memperingati  Nuzulul Qur’an setiap tanggal 17 Ramadhan, karena sama dengan tanggal  kemerdekaan RI dan sebagai rasa syukur. Wallohu’alam</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://www.hasmi.org/ramadhan-bulan-suci-yang-ternodai.html" target="_blank">disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=427&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/08/15/ramadhan-bulan-suci-yang-ternodai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunah.files.wordpress.com/2010/08/ramadan-touch-blessing-islam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ramadan-touch-blessing-islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amalan-amalan di bulan Ramadhan</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/08/03/amalan-amalan-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/08/03/amalan-amalan-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 23:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Da'wah]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Disadur dari karya Mohammad Iqbal Ghazali. Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan: Puasa Allah  memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. &#8220;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa&#8221;. (QS. Al-Baqarah:183) Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=422&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://binamuslim.com/images/ramadhan.jpg" alt="" width="205" height="274" /></p>
<p>Disadur dari karya<span style="text-decoration:underline;"><strong> </strong></span><strong><span style="text-decoration:underline;"><strong>Mohammad Iqbal Ghazali.</strong></span></strong></p>
<p>Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:</p>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<ul>
<li><strong>Puasa</strong></li>
</ul>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<p>Allah  memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa&#8221;.<strong> (QS. Al-Baqarah:183)</strong></em></p>
<p>Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, sebagaimana Rasulullah bersabda:</p>
<p>مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>&#8220;<em>Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah </em><em>, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu</em>.&#8221; <strong>Muttafaqun &#8216;alaih</strong>.</p>
<ul>
<li><strong>Membaca al-Qur`an</strong></li>
</ul>
<p>Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah  bersabda:</p>
<p>اِقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي  يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ.</p>
<p>&#8220;<em>Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).</em><strong> HR. Muslim<span id="more-422"></span></strong></p>
<p>Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Firman Allah :</p>
<p>شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ</p>
<p><em>(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). <strong>(QS: al-Baqarah:185)</strong></em></p>
<p><em><strong><br />
</strong></em></p>
<ul>
<li>M<strong>enghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat Tarawih berjamaah</strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Menghidupkan malam-malam <em>Lailatul Qadar</em></strong></li>
</ul>
<p><em>lailatul qadar</em> adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29. Firman Allah:</p>
<p>لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ</p>
<p><em>Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.<strong> (QS.al-Qadar :3)</strong></em></p>
<ul>
<li><strong>I&#8217;tikaf di malam-malam Lailatul Qadar</strong></li>
</ul>
<p>I&#8217;tikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar&#8217;i, i&#8217;tikaf berarti berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah I dengan cara tertentu sebagaimana telah diatur oleh syari&#8217;at &#8220;<em>Sesungguhnya Nabi </em><em>r selalu i&#8217;tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri&#8217;tikaf sesudah beliau</em>.&#8221; <strong><em>Muttafaqun &#8216;alaih</em></strong></p>
<ul>
<li><strong>Memperbanyak sedekah</strong></li>
</ul>
<p>Rasulullah r adalah orang yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas t, ia berkata:</p>
<p>كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ, وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِى رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ &#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Rasulullah </em><em>r adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril u menemui beliau</em>, …<strong>HR. al-Bukhari</strong></p>
<ul>
<li><strong>Melaksanakan ibadah umrah</strong></li>
</ul>
<p>salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah r menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:</p>
<p>عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً</p>
<p><em>&#8220;Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.</em>&#8220;</p>
<p>Lebih lengkapnya silakan <strong><a href="http://www.ziddu.com/download/11015413/id_work_of_ramadan.doc.html" target="_blank">download di sini</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=422&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/08/03/amalan-amalan-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://binamuslim.com/images/ramadhan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Pohon</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/04/14/belajar-dari-pohon/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/04/14/belajar-dari-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 13:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Benar]]></category>
		<category><![CDATA[Lurus]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut. “Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=418&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://1.bp.blogspot.com/_0xOOZv5vICY/SxOWIVa22MI/AAAAAAAAGYc/hN3SwzK6_uk/s1600/DSC_4398_HDR-resize.jpg" alt="" width="398" height="313" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon  kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak.  Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.</p>
<p>“Anakku,”  ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat  ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan  mengucapkan sesuatu yang serius.</p>
<p>“Adakah pelajaran yang bisa kau  sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya  meraih batang pohon di dekatnya.</p>
<p>“Menurutku, pohon bisa jadi  tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan  penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti  sebuah kepastian.<span id="more-418"></span></p>
<p>“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada  hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang  ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling  atas.</p>
<p>“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak  lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon  akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang  ayah.</p>
<p>“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya  meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan  apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah  begitu berkesan.<br />
**</p>
<p>Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak  saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja  ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada  tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada  lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.</p>
<p>Pepohonan, seperti yang  diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada  kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran.  Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan,  dan lubang jebakan.</p>
<p>“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan  apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”  (muhammadnuh@eramuslim.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=418&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/04/14/belajar-dari-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_0xOOZv5vICY/SxOWIVa22MI/AAAAAAAAGYc/hN3SwzK6_uk/s1600/DSC_4398_HDR-resize.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Di Balik Facebook</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/04/08/fenomena-di-balik-facebook/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/04/08/fenomena-di-balik-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 23:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu &#8230;’siapa calon bapak si jabang bayi?’ Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=416&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Facebook" src="http://2.bp.blogspot.com/_Eyj7k5Gl3Q0/Sldm5zMpHAI/AAAAAAAAAMw/Qn-3ZOEivUA/s320/facebook-logo-2.png?imgmax=800" alt="" width="227" height="227" /></p>
<p>Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah  episode infotainment setiap hari.<br />
Ketika aib seseorang  ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media  massa.</p>
<p>Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan  kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang  ditunggu-tunggu &#8230;’siapa calon bapak si jabang bayi?’<br />
Ada khabar  yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi  berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama  pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.<br />
<span id="more-416"></span><br />
Wuiih&#8230;&#8230;mungkin  kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh  sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi,  aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.</p>
<p>Wuiiih&#8230;&#8230;ternyata  sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak,  ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui  orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf &#8230;.’dilecehkan’ orang, dan  herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.</p>
<p>Fenomena itu  bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar  bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang  semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di  statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :<br />
Seorang wanita  menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain  ya&#8230;..?”&#8212;&#8212;kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan  perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin?  Dijamin puas deh&#8230;”</p>
<p>Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun  tidur, badan sakit semua, biasa&#8230;.habis malam jumat ya begini&#8230;:”  kemudian komen2 nakal bermunculan&#8230;</p>
<p>Ada yang menulis “ bete nih  di rumah terus, mana misua jauh lagi&#8230;.”, &#8212;-kemudian komen2 pelecehan  bermunculan.</p>
<p>Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini  si anu ya &#8230;., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh  sama si itu&#8230;.” &#8212;-lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak  yang manis.</p>
<p>Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya  “habis minum jamu nih&#8230;., ada yang mau menerima tantangan  ?’&#8212;-langsung berpuluh2 komen datang.<br />
Ada yang hanya menuliskan,  “lagi bokek, kagak punya duit&#8230;”<br />
Ada juga yang nulis “ mau tidur  nih, panas banget&#8230;bakal tidur pake dalaman lagi nih” .<br />
Dan ribuan  status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari  lainnya.</p>
<p>Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera  kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.</p>
<p>Ada yang  lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang  rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang  semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.</p>
<p>Seorang  wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di  albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan  celana pendek&#8230;..padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah  berjilbab</p>
<p>Ada seorang karyawati mengupload foto temannya  yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan  islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan  dengan ceria&#8230;.</p>
<p>Ada pula seorang pria meng upload foto  seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat  seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan  tenang.</p>
<p>Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang  sangat dicintai Allah&#8230;., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada  umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan  keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha</p>
<p>“  Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta,  sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku,  sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan  senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak  perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah&#8230;.</p>
<p>Ingatlah  Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke  madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian  rumahnya,</p>
<p>maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya  pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan  hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan  seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari  iman”. (Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dan fenomena di atas menjadi  Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan  dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya  celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang  Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.Dan Rasulullah SAW  menegaskan dengan sindiran keras kepada kita“Apabila kamu tidak malu  maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).</p>
<p>Arogansi  kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit  kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang  semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.</p>
<p>Bagi mereka para  wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah  sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah –  tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris  melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang  mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.</p>
<p>Maka jagalah kehormatan  diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah  menjaga aib-aib kita.</p>
<p>Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan  rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan  ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.</p>
<p>catatan<br />
***&#8221;Iffah  (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk  menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha  memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh  dan tercela.&#8221;</p>
<p>Sumber : FTJAI</p>
<p>Judul Asli : Ketika Iffah  mulai luntur (dibalik fenomena facebook)<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Barang  siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan  baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)</p>
<p>Apabila ada kebaikan dalam  catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang  yg kita cintai</p>
<p>“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada  kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan  seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun.  Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti  orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang  mengamalkannya sedikitpun.” (HR. Muslim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=416&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/04/08/fenomena-di-balik-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_Eyj7k5Gl3Q0/Sldm5zMpHAI/AAAAAAAAAMw/Qn-3ZOEivUA/s320/facebook-logo-2.png?imgmax=800" medium="image">
			<media:title type="html">Facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Diri Kita&#8230;.!</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/02/23/nilai-diri-kita/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/02/23/nilai-diri-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 02:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[nilai diri]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:  “Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=414&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:  “Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap.</p>
<p><span id="more-414"></span></p>
<p>Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”  Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.  “Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”  Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan.</p>
<p>***  Sahabat, cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000  Sahabat, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh.</p>
<p>Sumber: Artikel FB</p>
<p>Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.  Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf. Kita tetap tak ternilai di mata Allah.  Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat.</p>
<p>Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.  Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.  Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=414&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/02/23/nilai-diri-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laki-Laki yang Harus dihindari</title>
		<link>http://assunah.wordpress.com/2010/02/17/laki-laki-yang-harus-dihindari/</link>
		<comments>http://assunah.wordpress.com/2010/02/17/laki-laki-yang-harus-dihindari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 09:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zubair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Cowok]]></category>
		<category><![CDATA[Idaman]]></category>
		<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunah.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah&#8230; Mungkin kaget donk.. saat liat judulnya kayak gitu.. tapi disini bukan dalam rangka ngompor-ngomporing yach&#8230; Ini cuman sebatas pelajaran bagi kita sebagai Laki-laki dan renungan bagi para wanita. Semoga bermanfaat. Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu&#8230; Bismillaahirrohmaanirrohiim &#8230;. Saudariku, jauhilah jenis laki-laki seperti ini: 1. Laki-laki banci yang meniru-niru perempuan. 2. Laki-laki yang akan menikahimu semata-mata karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=411&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230; Mungkin kaget donk.. saat liat judulnya kayak gitu.. tapi disini bukan dalam rangka ngompor-ngomporing yach&#8230; Ini cuman sebatas pelajaran bagi kita sebagai Laki-laki dan renungan bagi para wanita. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu&#8230;<br />
Bismillaahirrohmaanirrohiim  &#8230;.</p>
<p>Saudariku, jauhilah jenis laki-laki seperti ini:</p>
<p>1.  Laki-laki banci yang meniru-niru perempuan.</p>
<p>2. Laki-laki yang  akan menikahimu semata-mata karena kecantikanmu, karena jika ia melihat  wanita yang lebih cantik darimu, ia akan meninggalkanmu dan mengalihkan  dirinya pada wanita yang lebih cantik tersebut.<span id="more-411"></span></p>
<p>3. Laki-laki  peminum khamr, pengguna obat bius dan penikmat rokok.</p>
<p>4.  Laki-laki yang pekerjaannya adalah penata rambut wanita.</p>
<p>5.  Pemakan harta riba, yang bermuamalah dengan transaksi ribawi.</p>
<p>6.  Laki-laki yang meninggalkan shalat.</p>
<p>7. Laki-laki yang mau  menerima suap.</p>
<p>8. Laki-laki yang bakhil (pelit).</p>
<p>9.  Jauhilah pula laki-laki yang tidak punya rasa cemburu, yang hanya akan  menempatkan hal-hal yang “kotor” di rumah keluarganya, dan membiarkan  pula keluarganya tersebut berpenampilan memalukan. Ia pun akan  mendatangimu dengan dengan membawa benda-benda yang sia-sia, alat-alat  musik, kerjaannya hanya menonton televisi dan video. Yang muncul dari  laki-laki ini hanyalah hal yang membuat dahi berkerut.</p>
<p>10.  Laki-laki quburi (penyembah kubur). Ia akan mengelilingi kuburan,  bertawasul dengannya, meminta sesuatu kepada kuburan tersebut, bernadzar  dengannya, dan ia pun suka bepergian ke tempat-tempat maulid.</p>
<p>11.  Laki-laki Penjual benda-benda yang memabukkan, mulai dari khamr, obat  bius, dan rokok. Ia pun bergaul dengan para penjual arak.</p>
<p>12.  Laki-laki yang bekerja di hotel-hotel para turis, yang menyediakan  daging babi dan minuman keras.</p>
<p>13. Laki-laki ahli magis dan  penyihir, yang mengobati manusia atas nama pengobatan Qur’ani. Ia  memberi mereka jimat-jimat, benda tolak bala’, dan memberikan pekerjaan  kepada manusia dengan sihirnya itu.</p>
<p>===========</p>
<p>Diterjemahkan  dari pasal واحذري هذا النوع من الرجال kitab من تخترين, karya الشيخ ندا  أبو أحمد .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunah.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunah.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunah.wordpress.com&amp;blog=2277186&amp;post=411&amp;subd=assunah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunah.wordpress.com/2010/02/17/laki-laki-yang-harus-dihindari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2f61d1151eefdcb94ba6b0b4115d29b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Zubair</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
